Memasukan / memasang plugins VST ke send FX di steinberg cubase

Cubase adalah sebuah DAW (Digital Audio Workstation) atau Multitrack recording software yang dikembangkan dan diproduksi oleh produsen software yaitu Steinberg. Software ini biasa di pakai dari studio rekaman professional hingga home recording studio.

Dalam keadaan default software DAW tersebut sudah mempunyai banyak plugins vst yang siap digunakan. Namun seperti software daw pada umumnya, cubase dan nuendo dapat ditambahkan plugins pihak ketiga seperti VST maupun VSTi yang diperjual belikan atau dapat di download gratis oleh penyedia software plugins VST dan VSTi.

Saat ini, saya ingin menjelaskan bagaimana memasukan atau memasang plugins VST di send FX pada software daw steinberg cubase.

Mengapa kok dipasangnya di send FX?
Kenapa tidak di slot insert saja?


Misalnya anda harus memasang suatu VST yang sama di banyak track, sudah pasti akan memberatkan komputer anda. Sedangkan, kalau di pasang di send FX, satu VST FX saja bisa digunakan ke banyak track.


Lalu biasanya plugins VST apa yang dipasang di send FX?
Biasanya sih yang saya tancap di send fx adalah plugins Reverb. Jadi biasanya saya memasang dua reverb, satu untuk drum dan yang satu lagi untuk vocal. Bisa juga dipakai di track lain, guitar clean contohnya, atau lead guitar distorsi. Agar terlihat lebih mewah :D.

Dalam tutorial ini saya memakai steinberg cubase versi 5 dan efek VST freeware yang bernama classic reverb. Classic reverb dapat anda download disini Namun tutorial ini tidak hanya dikhususkan untuk VST classic reveb saja, anda dapat memakai plugins VST lain.

Untuk cara instalasi plugins VST maupun VSTi bisa ke postingan saya yang lain yang berjudul Tutorial: menginstal / memasang plugins VST dan VSTi di steinberg nuendo dan cubase
Oke langsung saja menuju tutorialnya.

Pertama, anda harus membuat project nya terlebih dahulu, untuk mengetahui bagaimana caranya, anda dapat ke posting saya yang lain yang berjudul Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

Kedua anda harus membuat track audio. Untuk caranya anda bisa menuju ke postingan yang berjudul Tutorial: membuat atau memasukan track audio baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

Setelah anda sudah mempunyai project dan di dalamnya sudah ada audio track. Selanjutnya klik kanan pada sebelah kiri work space nya lalu pilih Add FX Channel Track , coba lihat gambar di bawah


Setelah memilih Add FX Channel Track. Lalu nanti akan ada seperti window peringatan,

lalu pilih plugins VST Efect yang ingin anda pasang, sebagai contoh saya memasang plugins classic reverb.


Setelah itu pilih configurationnya, pilih mono atau stereo dan lain-lain, sebagai contoh saya memilih stereo. Lalu tekan OK


Setelah sudah ada track send FX, lalu sisihkan (kaya masak jadinya. Hhe).


Sekarang kita beralih ke audio track nya. Pilih audio track yang ingin dipasang reverb di send fx, lalu lihat sebelah kiri workspace dan pilih Sends, lihat gambar dibawah.


Pada send FX klik box nya, dan pilih plugins VST yang tadi kita pasang.


Tekan tombol on-off nya, tinggal di atur atau di setting berapa besarnya.


Semoga bermanfaat :)
Distorsi. Tutorial membangun sebuah studio rekaman sederhana
Continue reading →

Komputer untuk home recording audio

Jaman semakin canggih, informasi begitu mudah untuk didapat, harga-harga peralatan rekaman dan musik semakin murah, beberapa alat-alat analog pun saat ini sudah bisa digantikan dengan software-software simulator. Mungkin hal-hal diatas adalah beberapa kemudahan yang didapat untuk para sound engineering atau operator hingga musisi saat ini.

Bagaimana tidak, saat ini seorang musisi dari kalangan professional hingga anak SMA pun dapat menjadi sound engginer dengan membuat sebuah studio home recording di dalam rumah atau kamarnya. Dengan bantuan sebuah komputer, software dan beberapa alat pendukung lainnya, seorang musisi bebas berkarya meluapkan materi-materinya untuk dituangkan dalam sebuah lagu maupun album yang siap di edarkan atau di perjual belikan.

Lalu sebenarnya apa alat utama untuk membangun sebuah home recording audio?
Menurut saya yaitu sebuah komputer.

Ya, hanya dengan sebuah komputer dan software sequence seperti fruity loops saja sebenarnya anda sudah dapat membuat musik digital, tanpa memakai alat-alat lain seperti mixer, preamp dan lain-lain.

Lalu komputer seperti apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah home recording studio?
Banyak sekali pertanyaan seperti itu yang ditanyakan ke saya. Namun menurut saya, tidak ada spesifikasi khusus apa dan bagaimana sebuah komputer untuk digunakan sebagai komputer rekaman.

Sebagai contoh, apabila anda seorang freak gamer, pasti komputer anda memiliki VGA yang baik atau bagus untuk dapat memaksimalkan display game yang sedang anda mainkan.

Namun dalam membangun sebuah komputer untuk home recording studio, anda tidak perlu mempunyai VGA dengan spesifikasi yang sangat tinggi, yang perlu anda perhatikan adalah pada bagian soundcard nya.

Gaming computer = VGA
Recording computer = Soundcard

Untuk hardware-hardware yang lain dapat disesuaikan dengan spesifikasi minimum dari recording software yang anda gunakan. Namun lebih baik spesifikasi komputer anda lebih tinggi dibanding dengan spesifikasi minimum yang diinginkan oleh software nya.

Sebelum saya menjelaskan tentang masing-masih hardware komputer rekaman, berikut adalah spesifikasi komputer yang pernah saya pakai, dan hingga saat ini saya pakai untuk membangun sebuah home recording studio. Dan sekali lagi saya tekankan kepada anda, jangan pernah berkecil hati karena tidak mempunyai komputer dengan spesifikasi tinggi. Karena banyak dari kawan-kawan saya yang belum memulai, namun sudah berkecil hati terlebih dahulu karena komputer yang ia miliki tidak mempunyai spesifikasi yang tinggi.

Saat saya masih SMA, saya memakai komputer dengan spek yang sangat minim atau rendah, komputer ini saya pakai kira-kira sekitar satu tahun lamanya untuk mempelajari rekaman digital. Dengan komputer yang pertama kali saya beli tahun 2003 ini, saya dapat mengenal apa itu audio recording dan apa itu musik digital.
Spesifikasi nya yaitu:
- Prossesor Celeron Pentium 4 1,8Ghz
- Ram ddr1 256mb
- Hardisk ATA 40gb

Dengan spesifikasi tersebut, saya dapat merekam membuat beberapa lagu dengan bantuan fruity loops 5 dan cool edit.

Karena saat itu saya sangat berniat sekali untuk membangun sebuah home recording, akhirnya saya upgrade dengan uang yang saya kumpulkan sebelumnya.
Spesifikasinya antara lain:
- Prosesor Pentium D 3ghz
- Ram ddr2 2gb
- Hardisk SATA 80gb 7200rpm

Dengan komputer tersebut, saya menyewakan home recording tersebut ke band kawan-kawan saya. Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari komputer dengan kedua spesifikasi diatas. Karena niat saya semakin bulat untuk membangun sebuah home recording dengan kualitas yang baik. Akhirnya saya menjual komputer tersebut dan merakit komputer baru.
Spesifikasi komputer yang saya rakit yaitu:
- Prosesor Pentium Dualcore 2,6Ghz
- Ram ddr2 2gb
- Hardisk SATA 250gb 7200rpm

Dengan spesifikasi diatas yang saya pakai saat ini, hampir semua software-software recording bisa saya pakai. Beberapa album demo hingga full album yang release pun banyak saya buat dengan komputer tersebut.

Bagaimana? Tidak perlu berkecil hati bukan? Apalagi bila anda mempunyai spesifikasi komputer lebih tinggi dari spesifikasi komputer yang saya pakai saat ini. Sudah pasti anda siap untuk belajar membangun sebuah home recording studio.

Desktop computer atau laptop computer?
Sudah pasti saya memilih desktop. Karena laptop diciptakan untuk yang ingin mobile dan tidak dibuat untuk dipakai sangat lama. Bayangkan, untuk membuat satu buah lagu dengan kualitas yang bagus saja anda memerlukan setidaknya satu shift atau sekitar 6jam. Laptop apabila dipakai sangat lama sudah pasti akan memperpendek umur hardware-hardware di dalamnya. Menurut kawan-kawan yang berdiskusi di forum musiktek, kerusakan yang paling sering terjadi pada hardware harddisk dan lcd. Mungkin karena panas yang timbul dari hardware tidak dapat di olah dengan baik oleh fan atau kipas yang ada di laptop, sehingga udara panas tidak dapat di keluarkan dengan baik.

Tidak seperti komputer desktop, komputer desktop yang saat ini saya miliki hampir di pakai 24 jam full. Entah itu dipakai oleh saya maupun keluarga saya.

Dan juga apabila anda memiliki laptop dan dekstop dengan spesifikasi yang sama. Mungkin performanya akan lebih unggul desktop di bandingkan laptop.

Windows, Mac atau linux?
Dalam pertanyaan ini saya pasti akan menyingkirkan sistem operasi linux. Karena banyak software-software untuk recording yang bagus tidak compitable dengan sistem operasi linux. Anda bisa memilih OS windos atau pun MAC operating system.

Prosesor
Prosesor dapat diasumsikan sebagai "otak" dari sebuah komputer, segala sesuatu yang yang anda perintahkan di olah dan di proses dalam hardware ini. Beberapa software atau plugins rekaman memerlukan prossesor dengan spesifikasi yang tinggi untuk memakainya. Jadi menurut saya alangkah baiknya anda memilih processor yang core nya lebih dari satu, seperti dual core, core to duo, hingga core to quad. Hindari processor atom, celeron dan sejenis nya.

Untuk merk, anda bebas memilih. Bisa prossesor dengan merk Intel maupun prossesor dengan merk AMD dan lain-lain.

Harddisk
Beberapa software recording akan menyita banyak ruang di harddisk anda. Alangkah baiknya juga apabila anda memiliki dua harddisk, ingat dua harddisk bukan dua partisi. Dan juga pilih harddisk dengan kecepatan baca dan tulis 7200rpm atau lebih (kalau ada). Karena beberapa software seperti FX Pansion BFD memerlukan kecepatan harddisk bukan RAM.

Harddisk pertama digunakan untuk menginstal software-software recording nya. Seperti daw hingga plugins-plugins nya.

Hardisk kedua digunakan untuk project-an nya yang berisi audio-audio maupun settingannya.

Alangkah baiknya koneksi yang di pakai adalah SATA bukan ATA.

RAM
Pasti anda sudah mengetahui apa fungsi dari RAM ini. Semakin besar Ram yang anda punya, akan semakin baik. Apalagi beberapa software seperti EZ Drummer akan menyimpan sample sementara di RAM ini. Hindari SDRAM dan DDR1.

Apa butuh VGA dengan spesifikasi yang tinggi?
Tidak, karena kita tidak terlalu membutuhkan display dengan ketajaman yang tinggi bila hanya untuk rekaman. VGA onboard bagi saya sudah cukup untuk komputer recording.

Namun apabila anda ingin memakai dua monitor seperti gambar disamping tersebut, anda tidak bisa menggunakan VGA onboard.


Monitor
Alangkah baiknya anda memakai monitor LCD dari pada monitor CRT. Monitor CRT dapat menimbulkan suara dengung feedback apabila alat intrument yang ingin kita rekam terlalu dekat dengat monitor CRT tersebut. Contoh, apabila anda sedang ingin merekam guitar dan jarak antara guitar dengan monitor CRT terlalu dekat akan bisa menyebabkan suara dengung feedback yang mengganggu. Lampu neon juga bisa menyebabkan suara dengung feedback. Jadi alangkah baiknya apabila anda memakai monitor LCD dan di ruangan anda tidak memakai lampu neon.

Hal-hal lain?
Pilih dengan tepat kipas atau fan. Entah itu fan prosesor maupun fan yang berada di chasing komputer anda. Karena fan bisa menyebabkan kebisingan atau berisik yang sudah pasti mengganggu dan lebih parahnya bisa terekam.

Apabila terasa kurang lengkap atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan untuk menulis komentar atau pertanyaan anda di box komentar dibawah. Mudah-mudahan saya bisa memberi solusi atau menjawab. Namun apabila saya tidak bisa menjawab, mari kita berdikusi :D

Semoga bermanfaat
Salam :)
Continue reading →

Tutorial mixing dengan mudah untuk pemula

Proses mixing dalam dunia audio recording merupakan salah satu proses yang paling susah, memusingkan dan paling rumit menurut saya. Begitu banyak plugins atau efek yang harus dipakai dan tentu saja harus dimengerti untuk proses ini. Salah satu pedoman saya dalam proses me-mixing adalah, jangan memasukan suatu plugins / efek yang tidak diketahui kegunaan nya atau tidak dimengerti cara penggunaannya. Selain sia-sia dan memberatkan kinerja komputer, juga bisa merusak sound atau suara pada track anda.

Pada tutorial ini, saya hanya membahasa secara umum bagaimana proses mixing yang biasa saya lakukan. Dan juga karena saya pemula atau newbie dalam hal ini, maka postingan ini saya pun saya beri judul "Tutorial mixing secara mudah untuk pemula"

Oke langsung saja pada tutorialnya.


1. Bukalah project atau track yang anda rekam sebelumnya di sebuah software daw atau software multi track recording.

2. Setelah terbuka, coba play dan lihat meter pada master track / master fader nya (untuk software stenberg cubase dan steinberg nuendo, bisa menekan tombol shortcut F3 dan lihat paling kanan pada mixer nya).

Apabila clip atau peak (biasanya akan ada tanda berwarna merah atau meter nya melebihi 0db) silahkan untuk menurunkan masing-masing track (track gitar, track bass, track vocal dan seterusnya), ingat seluruh tracknya, bukan master track / master fader nya yang diturunkan.

3. Setelah aman / tidak clip atau peak, cobalah untuk mem-balancing dengan menurun atau menaikan volume pada track masing-masing. Dalam proses balancing saat ini, anda tidak perlu untuk mem-balancing secara detail, apabila sudak terdengar enak dikuping anda, maka sudah cukup.

4. Coba dengarkan beberapa kali dari awal sampai akhir lagu, hal ini bertujuan agar anda dapat mengenal materi-materi yang anda ingin mixing. Bahasa kerennya adalah, agar lebih familiar dengan materi setiap track dan instrument yang sedang anda mixing. Pada tahap ini jangan atau tidak perlu memasang efek atau plugins.

5. Nah setelah anda mengenal dan lebih familiar dengan track-track instrument yang sedang anda mixing, maka cobalah untuk mengkelompokkannya, hal ini bertujuan agar anda tidak bingung nanti saat anda me-mixing lebih jauh.

Yang biasa di kelompokkan:
-drum (snare, kick dan seterusnya) dengan perkusi
-low instrument seperti bass dan lain-lain
-guitar bisa distorsi, struming, arpegio, wah-wah dan lain-lain
-vocal (alangkah baiknya vocal di kelompokan kembali, antara lead vocal dan backing vocal)

6. Setelah mengelompokkan atau grouping, cobalah untuk panning (kanan, tengah, kiri) track-track instrument yang anda sedang mixing hingga tercipta suatu stereo imager atau terdengar lebih luas (stereo), perhatikan pada saat melakukan panning agar tidak ada suara atau instrument yang terlalu memihak ke kanan ataupun ke kiri (bahasa inggrisnya adalah timplang :D ). Yaitu tidak terlalu banyak instrument yang berada di kiri maupun di kanan, seimbang deh pokoknya :) .

7. Setelah itu saat nya untuk me-mute semua channel kecuali drum. Saat nya menyiapkan plugins compressor,  compress track-track drum yang memiliki dinamika yang luas (bahasa gampangnya, memiliki suara yang kadang besar, dan kadang kecil). Biasanya untuk drum memakai ratio yang besar seperti 8:1, namun juga tergantung pada sumber atau source suara / materi yang kita mixing, begitu pula dengan threshold. Untuk attack nya bisa memakai auto (apabila plugins yang di pakai memiliki fitur tersebut) apabila tidak coba di setting tergantung pada tempo lagu materi yang sedang di mixing. Beri gain apabila diperlukan.

Agar memudahkan, kita dapat melihat di tampilan gelombangnya, track-track mana yang memerlukan peng-compress-an.

Begitu pula dengan track bass dan vocal, buka track tersebut satu-persatu lalu stabilkan dengan memakai plugins atau efek compressor.

Ingat, jangan terlalu meng-compress terlalu over, sebuah lagu memerlukan dinamika agar terdengar lebih "hidup". Jadi pakai plugins compressor ini bila hanya dibutuhkan dan gunakanlah dengan bijak :D

8. Masih dengan tiga track diatas (drum, bass dan vocal). Siapkan sebuah reverb. Tapi reverb ini tidak digunakan untuk bass yah, hanya untuk drum dan vocalnya. Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. Satu untuk drum nya dan satu lagi untuk vocalnya. Saya biasa menggunakan reverb hall untuk vocal, tapi tergantung genre dan karakteristik vocal nya. Apabila masih kurang atau tidak cocok dengan preset bawaan dari plugins atau software reverb yang anda pakai, coba untuk men-setting reverb timenya, hpf / low cut nya, lpf atau hi cut nya, pre delay dan lain-lain.

Ingat! Kesalahan atau salah setting pada efek reverb membuat sound atau lagu anda terdengar amatir.  Contoh nya suara vocal seperti di dalam sumur, suara drum seperti didalam gua dan lain-lain. Gunakan dengan bijak plugins reverb ini.

Setelah memberi reverb, coba untuk dengarkan kembali. Biasanya sesudah memakai fx reverb ini balancing nya jadi berubah, atur atau balancing kembali dengan menaik dan menurunkan volume pada masing-masing track. Sesekali lihat juga master fader atau master tracknya, jangan sampai peak atau clip atau melebihi dari batas 0db.

9. Nah apabila ketiga element diatas sudah terdengar bagus, anda sudah mempunyai pondasi nya. Selanjutnya tinggal buka satu persatu track instrument lainnya sambil di balancing kembali.

10. Masukan compressor lagi apabila ada instrument selain ketiga elemen diatas yang terlalu luas atau lebar dinamikanya (kadang besar, kadang kecil suaranya)

11. Apabila ada sound / bunyi dari track yang tidak diinginkan bisa memakai equalizer untuk mengcut atau memboost di frequency yang mengganggu. Apabila dari kesemua track low nya terdengar menggulung, coba di low cut atau HPF (high pass filter) menggunakan equalizer. Apabila hi nya ada yang menyerang atau terlalu sakit di telinga, cut di frequency yang dimaksud menggunakan equalizer juga.

12. Ada bunyi click yang mengganggu? Gunakan declicker

13. Ada bunyi noise yang mengganggu? Gunakan denoiser

14. Di vocal, saat pengucapan huruf "S" "C" berlebihan dan menyakitkan telinga, bisa menggunakan deesser

15. Dan sebagai nya, dan sebagainya, dan sebagainya :)

Ingat dan perhatikan, gunakan plugins yang anda masukan dengan bijak, jangan terlalu over! Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik bukan?

Semoga berguna :)
Jangan lupa untuk berkomentr yah :D
salam

Intisari artikel diambil dari dolphindaw.com
Continue reading →

Tutorial: setting bit rate / bit resolution dan sample rate sebelum rekaman di steinberg cubase dan steinberg nuendo

Sebelum anda melakukan rekaman atau recording atau tracking, alangkah baiknya memeriksa dan men-setting bit rate dan sample rate. Hal ini penting sekali di lakukan di mengerti.

Apa itu bit rate dan bit resolution? bit rate dan bit resolution sangat menentukan berapa luas atau lebar dynamic range yang dimiliki oleh track atau hasil rekaman anda. misalnya kita merekam dengan bit rate dan bit resolution 16bit, maka apabila di pandang dalam ilmu teori, hasil rekaman kita tersebut hanya memiliki dynamic range 96db, jadi walau soundcard atau audio interface atau conveter kita memiliki  S/N Ratio 120dB sekali pun, rekaman kita yang ber format 16bit akan tetap hanya memilki dynamic range 96dB, maka alangkah baiknya merekam dengan format 24bit apabila memungkinkan.Semakin tinggi sbit rate dan bit resolution, semakin besar pula penyitaan ruang hardisk anda untuk data yang disimpan :)

Sample rate juga, semaikn tinggi akan semakin bagus, kenapa? sample rate sangat menentukan frequency, khususnya di frequency hi atau tinggi, Lalu harus berapa sample rate? CD audio memiliki sample rate 44.1Khz, alangkah baiknya anda merekam diatas angka tersebut. saya biasa merekam di 48Khz. Semakin tinggi sample rate audio yang direkam, semakin besar pula data yang di simpan di hardisk :)

Oke langsung saja ke tutorialnya:
Pertama anda harus membuat sebuah project dahulu di steinberg cubase atau steinberg nuendo. untuk tutorialnya bisa ke potingan saya sebelumnya yang berjudul Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

1. Saya anggap anda sudah memiliki sebuah project seperti screenshot dibawah ini

2. Lalu pergi atau klik menu Project -> Project setup




Lalu pilih berapa bit rate / bit resolution materi lagu yang anda ingin rekam

Pilih juga berapa sample rate meteri yang ingin anda rekam

Apabila anda membawa data rekaman dari studio lain yang ingin anda tambahkan rekaman / track nya, mixing, edit dan lain-lain, sebelumnya anda harus mengetahui dan men-setting bit rate / bit resolution dan sample rate.

Semoga berguna :)

Jangan lupa untuk berkomentr yah :D
Continue reading →

Tutorial: membuat atau memasukan track audio baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

Melanjutkan Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo, pada kesempatan ini saya ingin memberi Tutorial: membuat atau memasukan track audio baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo. Saya menggabung tutorial dari kedua software tersebut karena menurut saya kedua software ini mirip atau hampir sama tampilannya, hanya beberapa fiturnya saja yang berbeda.


Anda harus membuat Project dahulu sebelum bisa memasukan atau membuat Track. Anda bisa KLIK DISINI untuk mengetahu bagaimana membuat Project nya.
Oke saya anggap anda sudah mempunyai sebuah Empty Project seperti gambar dibawah ini


1. Untuk membuat atau memasukan TRACK AUDIO ada dua cara

cara pertama, pilih menu Project - Add Track - Audio

Cara kedua lebih simple dan mudah, klik kanan pada sebelah kiri work place nya, lihat gambar dibawah




setelah itu, anda tinggal pilih mau track audio mono atau yang stereo dan berapa banyak track audio yang anda inginkan
stereo = double / 2 mono = banyak menyita ruang hardisk anda.

saya biasa memakai track audio yang mono, dan dalam tutorial ini saja juga memilih 5 track baru untuk di masukan atau di insert ke dalam project






dan hasilnya akan seperti ini

Semoga bermanfaat :)
Komentar yah di box komentar di bawah :)
Continue reading →

Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

Untuk melakukan rekaman audio atau audio recording berbasis digital, pasti kita membutuhkan yang namanya software rekaman atau biasa di sebut DAW / Multitrack recording software, nah salah satu software untuk melakuka rekaman adalah Steinberg Cubase. Steinberg Cubase merupakan sebuah software multitrack recorder yang berarti bisa merekam beberapa track dalam satu waktu yang di produksi oleh produsen software khusus audio recording yaitu Steinberg.

Alasan kenapa saya menggabungkan ( steinberg cubase dan steinberg nuendo) di tutorial ini, karena kedua software tersebut menurut saya hampir sama user interfacenya. oke langsung saja ke tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo.

pada kesempatan kali ini saya memakai software steinberg cubase versi 5

1. Pertama anda harus membuka software steinberg cubase atau stenberg nuendo nya.

Untuk membuka software tersebut, dapat dilakukan dengan dua cara,
pertama klik START --> All Program --> Steinberg Cubase 5 --> Cubase 5

atau cara kedua melalu shortcut di desktop

setelah terbuka, tunggu beberapa saat untuk loading plugins dan lain-lain

setelah terbuka akan tampil seperti screenshot dibawah ini

Untuk membuka sebuah project baru, pilih menu File - New Project (Ctrl+N)

setelah itu akan ada list Template atau preset ya





bebas anda boleh memilih yang mana saja, tapi biasanya saya memilih Empty saja, agar dapat diambahkan track sendiri sesuai yang di inginkan. setelah memilih tekan OK.

setelah itu pilih folder yang ingin dijadikan folder untuk data-data track yang ingin direkam. Agar data-data rekaman anda tidak berantakan dan berceceran bercampur dengan data lain, alangkah baiknya untuk membuat folder baru, lalu beri nama band dan judul nya.


Setelah sudah, klik OK
Dan anda sekarang sudah mempunyai Project baru untuk melakukan rekaman, mixing, mastering ataupun mengedit MIDI.

Semoga bermanfaat :)
Jangan lupa untuk berkomentar yah :D


Continue reading →
 

Follower

Facebook Box

Twitter

Copyright © 2010 Distorsi All Rights Reserved
Distorsi | Toko Distorsi | Contact Us | Bonard Alfin's Blog